Setahun, RSUD Ngudi Waluyo Blitar Tangani Ribuan ODGJ

Setahun, RSUD Ngudi Waluyo Blitar Tangani Ribuan ODGJ
ilustrasi

Diagnosis kecemasan umum itu mendominasi dengan total 1.442 kasus, diikuti oleh skizofrenia paranoid sebanyak 612 kasus. Selain itu, diagnosis lainnya yang sering ditemui adalah gangguan depresi, bipolar, dan gangguan psikotik lainnya.

“Penyebabnya beragam. Ada karena pressing atau tekanan pekejaan, impitan ekonomi dan lain sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :Jalur Pengubung Kecamatan di Tulungagung Ambles Imbas Hujan Deras

Read More

Direktur RSUD ini menambahkan, untuk pengobatan ada dua jenis. Selain terapi juga bantuan medis. Untuk non medis, yakni pendekatan berbasis bukti seperti cognitive behavioral therapy (CBT) alias terapi kognitif perilaku untuk membantu pasien mengelola kecemasan.

“Pengobatan dari keluarga atau orang dekat sangat dibutuhkan. Karena setiap hari yang mengetahui aktivitas sehari-hari. Kami yakin dengan kesungguhan, kecemasan bisa ditangani,” jelasnya.

Baca Juga :Patroli Gabungan, Tim Polres Jombang Amankan Ratusan Minol dan Tujuh Remaja Pesta Miras

Diakuianya, di tingkatan Masyarakat memang banyak orang yang masih ragu untuk mencari bantuan kesehatan jiwa. Itu lumrah atau wajar. Karena khawatir jika mencari bantuan ada anggapan negative. Bahwasanya dicap sebagai gangguan jiwa mental parah. Padahal, itu belum tentu.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi merasa ragu atau takut untuk mencari pertolongan jika mengalami gangguan mental. Ada layanan kesehatannya kok,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *