Banjir Surut, BPBD Gelar Rakor Penanggulangan Bencana

Banjir Surut, BPBD Gelar Rakor Penanggulangan Bencana
Kalangan BPBD Ponorogo bersama wakil Bupati saat menggelar rapat koordinasi Penanggulangan bencana. (sony/sejahtera.co)

Namun dari hasil rapat itu disepakati, perbaikan tanggul jebol menyebabkan banjir di Bumi Reog, Senin (16/12/2024). Pihaknya juga sudah menerjunkan petugas untuk menyisir sejumlah titik lokasi tanggul yang jebol.

Namun, dari data di BBWS Bengawan Solo, ditemukan ada sembilan tanggul jebol di Ponorogo. Dua di antaranya di Kali Keyang, yang berdampak banjir di Josari dan Ponorogo Kota.

“Sesuai kesepakatan tadi, jangka pandeknya, dua tanggul itu yang kita prioritaskan untuk ditutup dulu secara sederhana karena mempertimbangkan dari sisi kedaruratannya,” jelasnya.

Read More

Baca Juga :Rekanan Proyek Susul Eks Direktur PDAM Jadi Tersangka Korupsi

Sementara untuk jangka menengah, Pemkab Ponorogo akan terus mengkaji metode pembangunan tanggul jebol tersebut. Termasuk kebutuhan anggaran yang digelontorkan untuk memperbaiki tanggul di Ponorogo.

Apalagi pada 25 November 2024 lalu hingga 23 Februari 2025 telah ditetapkan sebagai tanggap bencana.

Baca Juga :Penyelewengan BBM Bersubsidi Jenis Solar Terbongkar, Polisi Temukan 74 Barcode untuk Memuluskan Aksi

“Itu jangka menengah. Kalau jangka pendeknya ya di tutup dulu dengan bronjong, sandbag (karung berisi pasir) atau yang lainnya untuk mengantisipasi agar tidak ada luapan yang besar ketika hujan lagi,” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *