Selain banjir, hujan deras itu juga menyebabkan longsor di Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo yang membuat akses jalan menuju Kecamatan Sendang mengalami kerusakan. Rusaknya jalan di sana diyakini karena sebelumnya jalan Desa Gedangan itu sudah terdapat retakan pada badan jalan.
Dikarenakan jalan tersebut berdekatan dengan jurang, air hujan yang jatuh pun kemudian masuk pada sela-sela retakan badan jalan yang saat itu intensitas hujan pun sangat tinggi.
Akibatnya, tanah dibawah jalan itu kemudian mulai gembur, sehingga terjadilah longsor yang menyebabkan separuh jalan ambles.
Baca Juga :Rumah Rusak Dilanda Tanah Gerak, BPBD Trenggalek: Sebanyak 23 Warga Terpaksa Mengungsi
“Panjang jalan yang longsor mencapai 25 meter, dimana separuh yang ambles. Ruas ini merupakan akses utama dari Karangrejo ke Sendang maupun sebaliknya. Akibatnya, pengguna jalan harus melintas bergantian dan hanya roda 2 yang boleh melintas,” ungkapnya.
Gilang menyebut, selain itu juga terdapat jembatan di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang rusak akibat air sungai yang meluap dan deras membawa material sampah. Jembatan ini merupakan akses bagi warga Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol dan warga Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu.
Baca Juga :Rekanan Proyek Susul Eks Direktur PDAM Jadi Tersangka Korupsi
Terakhir, terdapat peristiwa pohon tumbang di Kelurahan Kenayan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung tepatnya pada sisi utara simpang empat prayit. Pohon tumbang itu juga menyebabkan tertutupnya separoh jalan pada jalur nasional, sehingga dilakukan evakuasi berupa pemotongan.
“Sebenarnya ada juga peristiwa banjir ancar di Desa Besole Kecamatan Besuki. Tetapi disana memang langganan setiap tahun dan langsung surut. Kami menghimbau agar masyarakat berhati-hati selama musim penghujan,” pungkasnya.



















