Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Hujan deras yang terjadi di Tulungagung pada Minggu (15/12/2024) sejak sore hingga malam menyebabkan terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi secara bersamaan.
Baca Juga :Polisi Ungkap Fakta Baru, Ibu Bayi Hamil Sebelum Menikah, Kabur ke Jombang untuk Tutupi Kehamilan
Bahkan dua peristiwa bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum (Fasum).
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, pihaknya mencatat setidaknya terdapat tiga peristiwa bencana hidrometeorologi dalam satu hari.
Ketiga bencana itu yakni banjir akibat luapan sungai maupun gorong-gorong, longsor hingga angin kencang.
Baca Juga :Polisi Ungkap Fakta Baru, Ibu Bayi Hamil Sebelum Menikah, Kabur ke Jombang untuk Tutupi Kehamilan
Sesuai laporan yang diterimanya, peristiwa banjir terjadi di Desa Joho Kecamatan Kalidawir Tulungagung yang mana banjir tersebut hampir setinggi lutut orang dewasa.
Bahkan banjir ancar yang terjadi di Desa Joho Kecamatan Kalidawir itu juga membawa material lumpur yang mana banjir itu berasal dari luapan sungai.
“Banjir di Joho Kalidawir ini dari luapan sungai, tetapi banjir mulai surut ketika hujan sudah berhenti, sehingga sungai disana sudah tidak meluap lagi. Dampaknya ada 50 rumah dari 6 RT digenangi air,” kata Gilang Zelakusuma, Selasa (17/12/2024).
Baca Juga :Tak Kuat Menanjak, Truk Terperosok di Kali Lanang Kota Batu



















