Selain pemeriksaan fisik kendaraan, pemeriksaan kelayakan operasional kendaraan juga menyasar operator kendaraan. Petugas gabungan melakukan tes urine kepada para kru bus untuk memastikan terbebas dari pengaruh narkoba maupun minuman keras (miras).
“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh narkoba maupun miras yang dapat membahayakan keselamatan penumpang. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Operasi Lilin Semeru 2024,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, dia mengimbau kepada para penumpang agar tidak sungkan ataupun takut melaporkan jika menjumpai sopir yang ugal-ugalan maupun ngebut di jalan. Langkah itu untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Sementara untuk hasil pemeriksaan dari 25 sopir yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan maupun tes urine semua dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan kandungan miras ataupun narkoba. Kita ada di sini seharian sampai sore,” pungkasnya.



















