Selain wisatawan, pihaknya juga mengimbau kepada nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Sebab, kondisi gelombang tinggi itu berpengaruh terhadap keselamatan nelayan. Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas melaut.
“Saran keselamatan. Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter, Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter dan Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 meter,” pungkasnya.
Baca Juga :Peringatan 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso, Ribuan Pengendara Scooter Sarungan Melintas Kediri
Untuk diketahui, selain di wilayah itu, potensi gelombang tinggi juga terjadi di wilayah lainnya. Merujuk rilis gelombang tinggi setinggi 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna, Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, wilayah Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.
Kemudian Samudra Hindia selatan NTB hingga NTT, Selat Karimata, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa, Laut Sawu, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Laut Arafuru Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
Baca Juga :Jalur Alternatif Klemuk Songgoriti Ditutup Sementara Selama Libur Tahun Baru 2025, ini Alasannya
Secara umum kondisi itu dipengaruhi bibit siklon 98S (94.5’BT dan 15.9LS) di Samudra Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 Knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 27 knot.
Baca Juga :Kecelakaan Tol Pandaan-Malang, Kasat Lantas Polres Malang Panggil Perusahaan Ekspedisi Truk
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Samudera Pasifik utara Papua.



















