Ditambahkan, untuk memerangi DBD, pihaknya sudah gencar sosialisasi dan turun ke lapangan. Di antaranya menggerakkan kader hingga juru pemantau jentik atau jumantik.
Meski begitu, pihaknya meminta warga untuk mengantisipasi sendiri dengan menerapkan pola hidup bersih dan menjaga lingkungan.
Dan yang lebih penting lagi, ketika ada gejala seperti demam tinggi berhari-hari, badan lemas, muncul bintik merah hingga mual atau muntah segera periksakan ke dokter. Pasalnya, semakin cepat penanganan DBD semakin cepat disembuhkan,
Baca Juga :Bupati Jombang Terpilih Optimis PSID Jombang Bangkit dan Berjaya
Selain DBD, lanjut Anggit saat ini yang mulai menggejala adalah chikungunya. Dalam kurun 30 hari mulai akhir 2024 hingga ada 79 warga terjangkit chikungunya. Meski tak mematikan, keberadaan serangan chikungunya ini sempat merepotkan.
Karena disertai dengan demam tinggi dan persendian linu. Nah, chikungunya sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Nah virus ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.
Ketika kekebalan tubuh lemah, penderita bakal mudah terserang. Jika tak segera diatasi atau dibawa ke dokter, bakal demam tinggi berhari-hari.
Baca Juga :BRPK Terbit, Bupati-Wakil Bupati Terpilih Segera Tetapkan
Berdasar data untuk kasus chikungunya, pada 2024 lalu ada 345 kasus. Sebanyak 79 kasus terjadi pada Desember 2024. Untuk kasus 2025, hingga kini masih diperbarui.
Dipastikan juga bakal ada, karena saat ini masih musim hujan. Bahkan di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar masih didera hujan setiap hari.



















