“Berikan makanan tiga kali sehari, tetapi jangan berlebihan untuk menghindari overfeeding,” paparnya.
Kondisi air kolam juga harus selalu dijaga. “Pastikan pH air kolam berada di antara 6,5 hingga 8,5. Ganti 10 persen air kolam setiap minggu untuk menjaga kebersihan. Selain itu, pastikan sirkulasi udara dalam kolam tetap lancar,” tambahnya.
Zuhri menjelaskan bahwa setelah larva ikan koi berusia tiga bulan, mereka harus dipisahkan dari kolam utama. “Pastikan jumlah ikan dalam kolam tidak lebih dari 250 ekor agar kualitas pertumbuhan tetap terjaga,” katanya.
Baca Juga :Festival Lari Jawa Timur 2025 Mengusung Perjalanan Tetralogi di Kota Kediri
Ikan koi siap dipanen setelah berusia tiga hingga lima bulan, tergantung pada ukuran dan kualitasnya.
“Untuk ukuran 10-17 cm, harga berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 125 ribu per ekor. Sedangkan untuk ukuran 17-30 cm dengan corak warna yang bagus, harganya bisa mencapai Rp 125 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujar Zuhri.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ikan koi berukuran 30-60 cm dengan corak warna unggul memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga :Festival Lari Jawa Timur 2025 Mengusung Perjalanan Tetralogi di Kota Kediri
“Semakin bagus kualitas dan coraknya, semakin mahal harganya. Pesanan datang tidak hanya dari Jombang, tetapi juga dari luar kota. Mulai dari bibit hingga indukan untuk kebutuhan kontes, semuanya laris manis,” katanya.
Dengan potensi keuntungan yang mencapai jutaan rupiah setiap bulannya, Zuhri membuktikan bahwa budidaya ikan koi adalah peluang usaha yang sangat menjanjikan.
“Jika dilakukan dengan telaten, usaha ini tidak hanya menguntungkan tetapi juga menyenangkan,” pungkasnya.
Baca Juga :Heboh…!, Red Carpet Atau “Karpet Panas” Sambut Datangnya Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Bagi pemula yang ingin memulai, mengikuti langkah-langkah dan tips dari Zuhri dapat menjadi panduan berharga untuk memulai usaha budidaya ikan koi dengan percaya diri dan sukses.



















