DBD Menyerang, Dinkes Kabupaten Blitar: 11 Hari Ditemukan 32 Kasus

DBD Menyerang,  Dinkes Kabupaten Blitar: 11 Hari Ditemukan 32 Kasus
Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati.

Dia menambahkan, anak-anak menjadi sasaran empuk DBD. Di beberapa kasus, ternyata penderitanya lebih banyak didominasi anak-anak disbanding dengan dewasa. Ini karena daya kekebalan tubuh berbeda.

Rata-rata DBD menyerang pada usia 5 tahun hingga 14 tahun. Indikasi yang paling mudah yakni ketika kadar trombosit di bawah 100, bisa dipastikan terkena virus DBD. Untuk menyembuhkannya harus didongkrak kadar trombositnya. Sementara untuk mengetahui kadar trombosit harus melalui cek darah di laboratorium.

Baca Juga :Puluhan Sapi Mati, Lainnya Dilaporkan Terjangkit PMK, Kali Ini Jadi Kasus Tertinggi

Read More

“Maka dari itu ketika ada gejala DBD hubungi dokter. DBD ada fasenya,” jelasnya.

Dia menambahkan, serangan DBD selalu menghantui setiap tahun. Utamanya ketika memasuki masa musim penghujan. Pada 2024 lalu misalnya, jumlah kasus DBD sebanyak 1.362 kasus.

Dari total ribuan kasus itu, sebanyak 10 pasien meninggal dunia. Pasien meninggal dunia itu ketika dibawa ke rumah sakit atau puskesmas sudah dalam kondisi parah.

Christine berharap agar Masyarakat ikut serta menekan penyebaran DBD. Salah satu Langkah yang paling mudah dengan menerapkan 3 M alias menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang sekiranya bisa menjadi tempat kembang biak nyamuk.

Baca Juga :Pasar Hewan Kabupaten Kediri Ditutup Sementara, Ini Penjelasan Plt Kepala DKPP 

Untuk fogging sebenarnya, bukan solusi utama. Yang diharapkan digencarkan adalah kesadaran menerapkan pola menjaga lingkungan yang bersih.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *