Kediri, SEJAHTERA.CO – Belakangan untuk mendapatkan LPG 3 Kg dari pangkalan wilayah Kabupaten Kediri bagian utara, terasa seret, kalau tidak boleh dikatakan langka.
Baca Juga :Penyakit PMK Naik jadi 536 Kasus, Pemkab Jombang Bahas Opsi Penutupan Pasar Hewan
Sebagai contoh, dari salah satu toko atau pengecer di wilayah Kecamatan Gampengrejo yang memiliki 30 tabung LPG 3 kg, hampir tidak dapat dipenuhi setiap kali kiriman.
Pangkalan setiap kirim, hanya mampu memasok ke toko atau pengecer, antara 15 hingga 20 tabung LPG 3 kg. Dan ini sudah berlangsung cukup lama.
Kemudian pada awal bulan, tepatnya 6 Januari 2025, pemilik toko berusaha menghubungi pangkalan, meminta pasokan LPG 3 kg karena stok habis.
Baca Juga :Proyek Flyover Kali Bambang, Gusur 486 Makam, Warga Mulai Bongkar dan Pindahkan Jenazah
Seperti biasa, pihak pangkalan menanyakan lebih dulu ada berapa yang kosong, sebelum mengirim LPG 3 kg. Ketika ditunjukan jumlahnya, langsung sesuai permintaan.
Namun pada 6 Januari lalu, pangkalan seperti berdalih, bagaimana kalau kiriman LPG 3 kg dilakukan besok harinya. Kalaupun bisa hari ini, jumlahnya tidak sesuai order.
Ketika ditanya apakah mulai sulit lagi pasokan LPG 3 kg ke pangkalan?. “Inggih (iya), mulai sulit lagi. Entah sampai kapan,” kata salah satu pengelola pangkalan di wilayah Kecamatan Ngasem ini.
Baca Juga :Fogging jadi Trobosan Cegah DBD yang Disebabkan Curah Hujan Semakin Tinggi
Saat mengirim ini, pihak pangkalan masih dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 16 ribu pertabung LPG 3 kg.
Namun beberapa saat kemudian pangkalan menelepon kembali dan memberitahukan jika HET LPG 3 kg naik menjadi Rp 16.500 pertabung.
“Maaf, harga LPG 3 kg yang tadi masih ekstra (Rp 16 ribu). Tadi lupa memberi tahu. Untuk kiriman selanjutnya Rp 16.500 per tabung,” katanya.
Baca Juga :Diintimidasi, Anggota Panwascam Sukorejo Kota Blitar Mengadu ke Polisi



















