Blitar, SEJAHTERA.CO – Angka kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK di Kota Blitar semakin mengkhawatirkan. Bahkan cenderung ada peningkatan.
Baca Juga :Selama 2024, Ratusan Bencana Melanda Ponorogo, ini Wilayah yang Paling Banyak Terdampak
Berdasarkan data di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar saat ini jumlah kasus PMK sebanyak 39. Lima sapi di antaranya yang terjangkit mati.
“Iya, PMK ada peningkatan, dan untuk kasus sapi yang mati memang karena sudah dalam kondisi parah,” ujar Kepala DKPP Kota Blitar, drh Dewi Masitoh, Senin (20/1/3025).
Dia mengatakan sebanyak 39 kasus itu meningkat dibanding dengan kasus sebelumnya. Sebelumnya hanya menemukan 34 kasus. “Karena naik inilah kami intensif untuk turun lapangan. Selain sosialisasi juga vaksin,” katanya.
Dia mengatakan dari hasil penelusuran, ada sejumlah kelurahan yang menjadi sasaran PMK. Ada setidaknya tujuh kelurahan yang menjadi atensi karena ada kasus PMK.
Tujuh kelurahan itu adalah, Tanggung , Ngadirejo, Sentul, Tanjung, Gedog, Tanjungsari, Blitar dan Tlumpu. Tujuh kelurahan itu selama pemetaan banyak ditemukan kasus PMK.



















