Khatib menambahkan, sejauh ini kasus DBD di Kabupaten Kediri belum tahap kejadian luar biasa (KLB), tapi Dinkes melakukan pengawasan, pantauan, deteksi dini, edukasi, sosialisasi, monitoring dan evaluasi (monev) jika ada warga terpapar DB.
Baca Juga :Cegah DBD, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Beri 3800 Ikan Hias Gratis ke Warga
Dengan maksud menekan angka DB jangan sampai tinggi. Mayoritas yang terdampak DBD di usia produktif 14 – 25 tahun.
“Kita minta tim puskesmas di Kabupaten Kediri turun ke desa dampingi perangkat desa atau jumantik dalam memerangi DB di wilayah masing-masing,” ujarnya.
“Koordinasi upaya terbaik untuk penanggulangan DB. Lebih penting lagi warga harus disarankan untuk jaga kebersihan lingkungan masing-masing,” imbuhnya.



















