Baca Juga :Pesantren Jati Diri Bangsa Kediri Berikan Pelatihan Ketahanan Pangan Gratis
Pada saat penggantian, jembatan yang lama digeser untuk digantikan dengan jembatan yang baru dan langsung dapat digunakan kereta api melintas. Walaupun KA kecepatan terbatas, setelah kondisi jembatan dinyatakan layak untuk dioperasikan kecepatan KA kembali normal.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perjalanan kereta api di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya melakukan pengerjaan berupa penggantian jembatan ini dengan anggaran Rp 24 miliar rupiah yang bersumber dari SBSN.
Harapannya selain akan meningkatkan keselamatan perjalanan KA, juga sebagai upaya preventif karena termasuk pengerjaan hidromekanika untuk normalisasi aliran sungai, sehingga ketika debit air sungai tinggi tak lagi menggenangi rumah warga yang berada di sekitar PG Ngadirejo dan jalur KA.
Baca Juga :Normalisasi Sungai Jurang Gunting Pranggang Plosoklaten Cegah Banjir
Dalam pengerjaan ini, BTP Surabaya memperbarui lintasan ini dengan standar yang sama dengan jalur-jalur lainnya yang telah dibangun, seperti jalur ganda Surabaya-Jakarta dan jalur di kota-kota besar lainnya.
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya (BTP Surabaya) adalah unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang bertugas melaksanakan peningkatan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan, pemanfaatan prasarana perkeretaapian dan pengawasan penyelenggaraan sarana, dan keselamatan perkeretaapian. Termasuk melaksanakan program pengembangan perkeretaapian di wilayah Jawa Timur dan wilayah Indonesia Bagian Timur lainnya.
Alfaviega Septian Pravangasta Humas Balai Tehnik Perkeretaapian Surabaya DKJA Kemenhub menambahkan pergantian jembatan ini untuk kelancaran perjalanan kereta api. Terlebih menjelang lebaran tentu jalur kereta api perlu diperhatikan dan pergantian jembatan untuk keselamatan kereta api.
“Pembangunan dimulai sejak Juli 2024 dan selesai Pebruari 2025 ini dengan jumlah pekerja 200 orang. Selain didisain untuk kecepatan maksimal 120 kilometer per jam, pergantian jembatan upaya pengurangan risiko kecelakaan kereta dan keselamatan penumpang,” katanya.


















