Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejumlah toko ritel ataupun supermarket di Tulungagung menjadi sasaran inspeksi mendadak (Sidak) atas penjualan produk parsel menjelang hari raya idulfitri. Hasilnya, didapati sejumlah makanan kemasan berbentuk parsel yang dinyatakan tidak memenuhi keamanan pangan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Anna Sapti Saripah mengatakan, pihaknya melakukan sidak parsel pada beberapa toko ritel maupun swalayan di Tulungagung. Terdapat tidak titik sasaran pada sidak ini, yakni Swalayan Afa Ada, Toko Roti Orin Karangrejo, dan Kampung Oleh-Oleh Ngemplak.
Selama melakukan sidak, pihaknya menyasar produk parsel yang dijual dari ketiga tempat tersebut, dimana hal ini untuk memastikan keamanan dari produk yang dijual. Dengan begitu, produk parsel yang sudah dibeli oleh masyarakat atau konsumen tidak merugikan, sehingga cenderung aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga :Sudah Ikrar Setia NKRI, Dua Napiter Jaringan JII dan NII di Tulungagung Diusulkan Remisi
“Sidak ini untuk memastikan makanan kemasan yang dikemas menjadi parsel lebaran dalam kondisi aman baik dari segi isi, kemasan, ijin edar maupun masa kedaluarsanya,” kata Anna Sapti Saripah, Kamis (13/3/2025).
Dalam sidak didapati adanya sejumlah parsel tidak layak untuk dijual kepada konsumen dari tiga lokasi tersebut. Bahkan diketahui terdapat empat kategori kondisi parsel yang dinyatakan tidak layak untuk dijual kepada konsumen.
Diantaranya meliputi makanan kemasan yang tanpa dilengkapi izin edar sebanyak empat produk, makanan kemasan kedaluwarsa sebanyak lima produk, makanan kemasan rusak atau berkarat enam produk. Kemudian makanan kemasan yang tidak sesuai ketentuan pelabelan sebanyak delapan produk.



















