Kenaikan harga ini tentu memberatkan para perajin tahu, salah satunya Subkhi, warga Desa Mayangan, Jogoroto. Ia memilih menekan margin keuntungan demi mempertahankan loyalitas konsumen.
“Kalau kita kecilkan ukuran tahu atau naikkan harga, bisa-bisa pelanggan kabur. Jadi ya mending untung sedikit, asal usaha tetap jalan,” tuturnya.
Setiap harinya, Subkhi membutuhkan lebih dari satu ton kedelai impor untuk memenuhi permintaan. Bahan baku tersebut diolah melalui berbagai tahapan hingga menjadi tahu kotak yang siap digoreng dan dikonsumsi.
Baca Juga :Lewat Wayang Karton, Polwan Agesti Eka Kenalkan Sosok Kartini ke Anak TK di Kediri
Ia berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan memperlancar distribusi kedelai. “Kalau tidak segera diatasi, dampaknya bisa panjang. Kita butuh dukungan agar produksi tetap jalan dan pelanggan tetap terlayani,” pungkasnya.



















