Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Aparat Polres Nganjuk menangkap warga Kediri setelah terbukti mengedarkan obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah hukumnya.
Terbaru, seorang pria berinisial HN (36), yang diketahui merupakan warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, berhasil diamankan aparat Polres Nganjuk di Kecamatan Baron, Nganjuk, pada Minggu (27/4/2025).
Penangkapan ini dilakukan setelah aparat Polres Nganjuk menerima informasi dari masyarakat melalui program Wayahe Lapor Kapolres (WLK).
Dari tangan HN, petugas Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil menyita barang bukti berupa seribu butir pil dobel L, yang oleh sebagian masyarakat dikenal dengan sebutan pil ‘lele’.
Baca Juga :Polres Malang Tangkap Pencuri Motor Kurir Yakult yang Viral di Medsos
Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp200 ribu, satu unit telepon genggam, dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku dalam aktivitasnya.
Kepala Satresnarkoba Polres Nganjuk, Iptu Sugiarto, menjelaskan bahwa penangkapan HN dilakukan di sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Kandangan, Desa Waung, Kecamatan Baron.
“Kami bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat melalui program WLK. Hasilnya, kami berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Dalam pemeriksaan awal, HN mengaku mendapatkan ribuan pil dobel L tersebut dari seorang pria berinisial AR yang saat ini masih buron.
Baca Juga :Di Tengah Efisiensi, Kinerja APBN Wilayah KPPN Kediri Alami Kontraksi
Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk membongkar jaringan peredaran okerbaya yang lebih luas.
Iptu Sugiarto juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah berpartisipasi dalam memberikan informasi melalui program WLK.
“Kami sangat terbantu dengan laporan dari masyarakat. Ini membuktikan bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Ia pun kembali mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk tindak pidana yang mereka ketahui.
Baca Juga :Larung Sesaji sebagai Wujud Rasa Syukur Pedagang Dam Baduk Malangsari
Akibat perbuatannya, HN kini harus berhadapan dengan hukum.
Pelaku dijerat dengan Pasal 435 Jo Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur tentang tindak pidana di bidang kefarmasian dan alat kesehatan.
Ancaman hukuman bagi pelaku peredaran okerbaya ini cukup berat, yakni pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp5 miliar.
Penangkapan warga Kediri di Nganjuk ini menambah daftar panjang kasus peredaran pil dobel L yang berhasil diungkap oleh Polres Nganjuk.



















