Sepulang dari Orang Pintar, Lelaki Meninggal di Tepi Jalan Lamongan

Sepulang dari Orang Pintar, Lelaki Meninggal di Tepi Jalan Lamongan
Petugas Polsek Pucuk mendatangi TKP dan memintai keterangan saksi.(sejahtera.co)

Lebih lanjut, AKP Suud menuturkan bahwa saksi Darwiyatin mengaku tidak mengetahui secara pasti alamat dari orang pintar yang mereka tuju. Usai pertemuan tersebut, sekitar pukul 16.30 WIB, korban dan saksi Darwiyatin meninggalkan lokasi dan kembali berboncengan menuju Surabaya.

Nahas, setibanya di sekitaran Pasar Pucuk, Iswahyudi tiba-tiba mengeluh sesak napas dan merasakan sakit di bagian dadanya. Ia kemudian meminta Darwiyatin untuk bergantian mengemudikan sepeda motor.

Perjalanan dilanjutkan ke arah timur menuju ke Surabaya. Namun, ketika melintas di depan sebuah bengkel AHASS Pucuk, korban kembali merasa kondisinya memburuk dan hampir pingsan. Saksi Darwiyatin segera membelokkan sepeda motornya ke depan bengkel tersebut.

Read More

“Sesampainya di depan AHASS, korban tiba-tiba terjatuh atau melorot dari atas sepeda motor dan tergeletak di depan bengkel,” imbuh AKP Suud.

Dalam kondisi panik, Darwiyatin sempat berusaha meminta pertolongan kepada pengendara lain yang melintas di jalan raya, namun sayangnya tidak ada yang berhenti.

Akhirnya, ia menghubungi seorang warga Pucuk bernama Cicik (27). Setibanya Cicik di lokasi, Iswahyudi sudah dalam keadaan tergeletak dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

“Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit RSML untuk dilakukan visum guna pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas AKP Suud.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *