Pemkab Lamongan Siapkan Karpet Merah Investasi dengan Infrastruktur Mumpuni

Pemkab Lamongan Siapkan Karpet Merah Investasi dengan Infrastruktur Mumpuni
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wabup Dirham Akbar Aksara saat menerima kunjungan kerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Timur dan Perwakilan BI Provinsi Jatim. (istimewa)

Potensi lain yang ditawarkan Lamongan adalah sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya.

Bahkan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa Kabupaten Lamongan menduduki peringkat pertama dalam pengembangan industri hulu bidang pengolahan hasil laut.

“Kabupaten Lamongan memiliki beragam potensi, mulai dari pertanian, perikanan, perhutanan, dan sektor lainnya. Potensi ini terus kami sampaikan kepada berbagai pihak, termasuk saat menerima kunjungan Konsulat Jendral (Konjen) Australia Surabaya beberapa waktu lalu,” ungkap Pak Yes.

Read More

]Baca Juga :Sepulang dari Orang Pintar, Lelaki Meninggal di Tepi Jalan Lamongan

“Saat ini, kami masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk Kawasan Peruntukan Industri seluas 6128,48 hektar, yang tersebar di wilayah utara, tengah, dan selatan,” sambungnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, mengamini potensi besar yang dimiliki Kabupaten Lamongan dalam mengembangkan daerah investasi.

Menurutnya, Lamongan memiliki posisi strategis karena sering dilintasi dan memiliki keanekaragaman potensi sumber daya.

Pada tahun 2024, Kabupaten Lamongan berhasil masuk dalam 10 besar daerah di Jawa Timur dengan capaian realisasi investasi sebesar 2,4 persen.

“Dalam rangka menjadikan Jawa Timur sebagai gerbang nusantara baru, kami menekankan posisi strategis Jawa Timur sebagai hub logistik utama di kawasan timur Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut,” katanya.

Baca Juga :Cicit Dicabuli dan Disetubuhi, Lansia 74 Tahun Ngaku Terangsang Liat Perempuan Cantik

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri, logistik, dan sumber daya agro yang dapat mendukung pembangunan IKN. Oleh karena itu, iklim investasi harus terus digencarkan,” tegas Dyah Wahyu.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Barik Bathaludin, menyatakan bahwa investasi menjadi salah satu lokomotif penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Potensi investasi yang dimiliki daerah seperti Lamongan diharapkan dapat mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *