Perwira dengan pangkat dua Melati di pundaknya ini menambahkan, hasil pemeriksaan memang antara korban dan pelaku sudah lama kenal. Bahkan, teman satu sekolah dan satu di antaranya kakak kelas korban.
Soal motif di balik perundungan itu, memang dirinya membenarkan motif perundungan karena persoalan asmara. Ada status Whatsap korban diduga menyindir salah satu pihak, “Nah, akhirnya berujung perundungan itu,” katanya.
Sebelumnya, aksi perundungan atau bullying kembali menggegerkan warga dunia maya di Kabupaten Blitar. Seorang anak perempuan dijambak dan diolok-olok teman seusianya hingga ketakutan dan menangis.
Baca Juga :Harga Kelapa Belum Stabil, Nilai Jual Wingko di Kabupaten Lamongan Dinaikkan
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan aksi bullying itu viral di media sosial di berbagai platform pada Rabu (23/4/2025). Hanya dalam hitungan detik, langsung mendapat beragam reaksi dari para netizen. Warga meminta polisi untuk bergerak. Karena aksi itu benar-benar kebablasan hingga membuat trauma.
Dalam tayangan itu terlihat korban mengendarai motor matik pada siang hari. Di lokasi yang diyakini di kawasan Hutan Jati Desa Maliran, Kecamatan Ponggok itu, korban sudah ditunggu tiga perempuan yang diduga teman dekat.
Dalam tayangan itu terlihat korban mendapat kekerasan verbal dan nonverbal. Bahkan, rambut korban dijambak, didorong secara bergantian oleh para pelaku.



















