Para santri mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya, edukasi seputar peraturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, hingga praktik langsung safety riding kendaraan bermotor roda dua.
“Mereka terlihat antusias mengikuti setiap sesi, aktif dalam tanya jawab, dan bersemangat saat praktik berkendara,” tambahnya.
Ipda Muji berharap melalui pendekatan edukatif seperti ini, kesadaran berlalu lintas sejak dini dapat tertanam kuat, khususnya di kalangan generasi muda.
Baca Juga :Mayat Pria dengan Luka di Wajah Bukan Karena Penganiayaan, Polisi Beberkan Hasil Otopsi
“Kami berkomitmen untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi Kamseltibcarlantas di berbagai elemen masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren,” pungkasnya.



















