Blitar, SEJAHTERA.CO – Satreskrim Polres Blitar meringkus preman yang kerap menarik uang parkir tanpa karcis kepada pedagang pasar. Dalih dan praktik itu disebut polisi sebagai salah satu tindakan pungli.
Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan, sudah mengamankan SE (43) warga Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Selain mengamankan pelaku, juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 108 ribu.
Uang itu hasil tarikan parkir bodong alias parkir ilegal di lingkup Pasar Kutukan, Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
“Yang bersangkutan langsung kami tahan dan uangnya kami sita untuk barang bukti,” katanya, Jumat (16/5/2025).
Baca Juga :Enam Sertifikat Aset Redistribusi Tanah Kepada Pemerintah Kota Batu
Dia mengatakan, polisi bergerak ketika mendapat laporan dari para pedagang. Pada awal Mei ini, para pedagang resah dengan ulah tersangka. Yakni tersangka meminta-minta kepada pedagang dengan dalih untuk biaya parkir kendaraan.
Akhirnya, kabar itu sampai ke telinga polisi. Tak butuh lama menangkap tersangka. Ditangkap sesaat menjalankan aksinya. “Kami bawa ke kantor polisi untuk diinterograsi,” katanya.
dapan polisi mengakui menarik biaya parkir kendaraan di pasar tanpa dilengkapi dengan karcis. Itu dilakukan sudah sebulan ini.
Uang pungutan liar atau pungli itu didapati dari para pedagang yang kerap memarkir kendaraan. Sementara uang hasil tarikan pungli itu habis untuk kebutuhan sehari-hari. “Beroperasi sebulan ini. Dan dilakukan sendiri tanpa ada yang menyuruh,” katanya.
Baca Juga :Target 10 Besar, Persik Kediri Berupaya Sapu Bersih 2 Sisa Pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025
Dia mengatakan, aksi pungli kepada pedagang itu sudah masuk kategori pemerasan. Meski nilai dari tarikan kecil, tetapi para pedagang kerap resah. Pasalnya, ketika memberikan uang tidak dikasih dengan karcis. “Tarikan ilegal,” pungkasnya.



















