Panen Padi Tulungagung MT 1 Alami Surplus, Capai 154.555 Ton Padi

Panen Padi Tulungagung MT 1 Alami Surplus, Capai 154.555 Ton Padi
Petani di Tulungagung saat menggarap lahan sawah tanaman padi miliknya (isal/sejahtera.co)

Dikarenakan mengalami surplus, Suyanto menyebut jika sisa lebih hasil pertanian tanaman padi di Tulungagung tersebut turut disalurkan ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Terutama seperti wilayah Nganjuk, Kediri dan Blitar, hal ini dilakukan untuk menjaga harga komoditas beras tetap stabil di pasaran.

“Dikarenakan hasil tanam kita mengalami surplus, kami tentunya berupaya untuk menjaga harga komoditas beras agar tetap stabil, sehingga hasil panen ini turur disalurkan ke wilayah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :Diduga Terjerat Utang Piutang, Lelaki Desa Mulyosari Tulungagung Nekat Gantung Diri

Read More

Kendati disalurkan ke wilayah lain, Suyanto memastikan stok beras hasil panen dari MT 1 itu akan aman sampai enam bulan ke depan, yang nantinya juga akan dicover dari hasil panen MT 2. Dengan begitu, hasil panen padi dari MT 1 dan MT 2 tahun ini, diproyeksikan akan mampu mencukupi kebutuhan lokal.

Menurut Suyanto, wilayah selatan Kabupaten Tulungagung justru menjadi penyumbang jumlah produksi padi tertinggi, seperti Kecamatan Pakel, Gondang, dan Rejotangan. Hal itu dikarenakan lantaran tingginya angka luasan lahan area persawahan padi pada tiga wilayah tersebut.

“Saat ini kami memang sedang menerapkan program perluasan lahan area persawahan padi terutama pada wilayah selatan di Tulungagung, sehingga hal ini turut mendorong terjadinya surplus hasil panen padi pada MT 1,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *