Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2025, peternak sapi di Tulungagung merasa jika animo tahun ini cenderung sepi.
Hal ini dibuktikan dari penjualan sapi oleh peternak sapi di Tulungagung yang turut menurun jika dibandingkan tahun lalu.
Peternak sapi asal Desa Padangan Kecamatan Ngantru Tulungagung, Agus Prasetyo mengatakan jika animo dalam perayaan Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Hal itu terlihat dari jumlah penjualan sapi yang cenderung menurun.
Diketahui, Idul Adha 2024 kemarin, sapi miliknya berhasil terjual lebih dari 200 ekor, sedangkan pada perayaan Idul Adha tahun ini, masih 170 ekor yang sudah terjual.
Baca Juga :Tinjau Lokasi, Bupati Tulungagung: SDN 1 Sumberdadi Diusulkan Jadi Sekolah Transit
Hal ini bahkan juga dikeluhkan sejumlah peternak sapi lainnya di Desa Padangan, padahal kasus PMK saat ini juga sudah nol kasus.
“Desa Padangan ini memang sentra penjualan sapi, tetapi banyak dari kami yang memang mengeluhkan terjadi penurunan daya beli. Meskipun sebenarnya tetap ramai, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau memang menurun,” kata Agus Prasetyo, Selasa (3/6/2025).
Agus menyebut, para pembeli yang datang ke tempatnya untuk mencari sapi incarannya agar dijadikan hewan kurban berasal dari berbagai wilayah di pulau Jawa. Di antaranya seperti pembeli dari wilayah Bekasi, Bogor, Cirebon, Boyolali, serta di Jatim seperti Surabaya dan Jombang.



















