Monumen Reog Ponorogo Disuntik Dana Rp 10,6 Miliar

Monumen Reog Ponorogo Disuntik Dana Rp 10,6 Miliar
Staf Khusus (Stafsus) Kepresidenan bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto saat melihat pembangunan monumen Reog beberapa waktu lalu.(istimewa)

“Dua bulan saja pekerjaan selesai karena bukan drainase konvensional yang harus menata batu kali satu per satu. Sengaja pakai U-ditch, cukup gali, pasang, lalu tutup. Sederhana serta efisien,” jelasnya.

Sedangkan pada 2026 mendatang, Jamus sudah bersiap mengusulkan kegiatan peningkatan jalan melalui program lanjutan, pihaknya berencana kembali melobi anggaran pusat lewat program Instruksi Presiden (Inpres) tentang Jalan Daerah (IJD).

Baca Juga :Isi Liburan di Wisata Edukasi Kampung Coklat, Sensasi Makan Coklat Sepuasnya dengan Parade Drumband

Read More

“Beberapa ruas yang masuk yang akan kita usulkan yakni Sampung-Parang, Magetan. Lalu Pohijo – Sampung, dan Sampung-Danyang. Sedangkan Jalur Somoroto-Ngambakan, yang menjadi salah satu pintu masuk dari pusat kota, saat ini sudah diperlebar dan diaspal,” tegasnya.

Jamus merinci tujuannya untuk memperkuat aksesibilitas jalan menuju MRMP, terutama dari jalur-jalur strategis. Menurutnya, penataan kawasan tersebut tidak hanya memberikan manfaat estetis dan fungsional, tetapi juga menyasar dampak ekonomi jangka panjang.

Baca Juga :Puluhan Masyarakat Ponorogo Jadi Seniman Dadakan, Lukis Secara On The Spot Dalam Rangka Grebeg Suro

“Infrastruktur jalan menuju MRMP layak masuk kriteria pengusulan. Prinsipnya adalah menjaga kesiapan kawasan tetap prima sampai monumen difungsikan. Kawasan itu harus sudah benar-benar siap menyambut wisatawan,” pungkas Jamus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *