Menurutnya, Mbok Suwi tidak memiliki anak kandung, sehingga ibunya, Bu Sa’anah, yang masih keponakan, diangkat menjadi anak. “Saya masih ingat betul, Nyai Suwi kulitnya kuning,” tambahnya.
Cerita Abdul Hamid juga dikuatkan oleh Mursyid (77), warga Rejoagung lainnya. Ia mengaku sempat bertemu Mbok Suwi saat kecil.
Baca Juga :Sedikitnya 50 Personel Polres Madiun Kota Naik Pangkat, Berikut Rinciannya
“Waktu itu saya umur sekitar 10 tahun. Orangnya tinggi, kulit kuning, rambut sudah putih semua,” tutur Mursyid.
Sementara, pemerhati sejarah yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, juga telah menyerahkan sejumlah data sejarah kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di sela kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang, Jumat (27/6/2025).
“Data yang saya sampaikan ada 2 map. Yang satu berisi sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso, dan satunya lagi adalah data hasil kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang. Semoga Ibu Gubernur juga mensupport pelurusan sejarah ini,” kata Cak Arif kembali menegaskan, Rabu siang (2/7/2025).
Baca Juga :Sekolah Rakyat di Ponorogo Mulai Direhabilitasi Pekan ini, Sekda: 14 Juli Siap Digunakan
Untuk diketahui, dari informasi yang diperoleh media ini, Makam Mbok Suwi berada di kompleks Balong Jati, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Lokasi ini ditemukan tahun 2024 oleh pegiat sejarah Bung Karno, Binhad Nurrohmat, bersama keluarga Persada Soekarno Wates Kediri.



















