Dikarenakan kuota siswa baru itu tidak terpenuhi pada SPMB gelombang pertama, Disdik Kabupaten Tulungagung kemudian menginstruksikan agar mereka menggelar SPMB gelombang kedua.
Sayangnya pada SPMB gelombang kedua kemarin, dua sekolah itu justru sama sekali tidak mendapat pendaftar siswa baru.
“Kalau sesuai data kami, dua sekolah itu hanya mendapat siswa baru saat pelaksanaan SPMB gelombang pertama saja. Sedangkan saat gelombang kedua, tidak ada pendaftar,” ungkapnya.
Endra menyebut, pihaknya tidak tahu pasti penyebab atau hal-hal yang mendasari minimnya siswa baru yang didapat oleh kedua sekolah itu selama pelaksanaan SPMB kemarin.
Baca Juga :KWT Tanon Produksi Mamin Berbahan Baku Jagung Manis, ini Hasil Olahannya
Namun melihat kondisi ini, pihaknya berencana untuk melakukan evaluasi demi mencari penyebab dua sekolah itu kekurangan siswa baru.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar dua sekolah tersebut melakukan inovasi entah itu secara infrastruktur atau inovasi dalam hal pembelajaran demi menarik siswa baru.
Mengingat, ada kemungkinan dua sekolah tersebut kalah bersaing dengan sekolah-sekolah lain dalam hal ini terutama lembaga SMP swasta.
Baca Juga :Anang Prakasa, Anggota DPRD Kabupaten Kediri Sekaligus Musisi Ternama
“Kemungkinannya beragam, bisa karena memang tidak ada yang mau daftar disana, atau karena kalah bersaing dengan sekolah swasta seperti MTs atau MTs negeri atau bahkan pondok pesantren,” pungkasnya.



















