Afandy menuturkan, pelanggar lalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2025 berlangsung didominasi kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm.
Sebanyak 1228 baik pengemudi maupun yang dibonceng dan berkendara di bawah umur, sebanyak 1001 pelanggaran.
Ia menyebut, jumlah pelanggar ini lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya.
“Ada trend naik 132 persen. Kami mencatat ada 1211 pelanggar tahun 2024, sedangkan tahun 2025 ada 2810 pelanggar,” ucapnya.
Baca Juga :Berkas Sudah P21, Tersangka Kasus Penyelewengan Dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo Siap Disidangkan
Dengan berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2025, Afandy berharap kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.



















