Benarkah Arboretum atau Titik Nol Sungai Brantas di Kota Batu Tercemar Logam Berat

aktifis nyemplung kali kota batu
Doddy Eko Wahyudi, Aktifis Sabers Pungli mempertanyakan pernyataan yang menyebut Arboretum atau titik nol Sungai Brantas Tercemar.(arif)

Untuk diketahui, pemberitaan di sebuah media massa menyatakan bahwa Arboretum, Kota Batu, Jawa Timur, sudah tercemar logam berat.

Media tersebut menyampaikan berita berdasarkan hasil penelitian dari akademisi Universitas Brawijaya (UB), Prof Barlah Rumhayati.

Dikutip dari media tersebut menyatakan bahwa kualitas air di sungai tersebut, meskipun terlihat jernih, tidak disarankan untuk meminumnya secara langsung.

Read More

“Di Arboretum itu, logam beratnya saja sudah ada, artinya konsentrasinya itu sudah di atas level yang disyaratkan oleh pemerintah,” kata Barlah di media tersebut.

Dipaparkan juga  olehnya bahwa logam berat jenis timbal ini berasal dari polusi udara seperti kendaraan bermotor.

Karena Arboretum sekarang sudah menjadi tempat wisata.Ketika ada yang menyalakan kendaraan bermotor, terjadi pembakaran yang menghasilkan emisi. Namun emisi jenis timbal ini ketika dilepas ke udara akan jatuh ke air.

Dipaparkan juga bahwa di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas juga ditemukan kandungan pencemaran dari aktivitas manusia seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan rumah tangga.

Dan penggunaan pupuk yang berlebihan seperti insektisida dan penggunaan  detergen oleh masyarakat juga mencemari aliran DAS di tingkat hulu sungai.

Inilah yang dikhawatirkan Sabers Pungli bahwa sampel air yang diteliti adalah yang ada aktivitas masyarakat yang ternyata ada di bawah kawasan Arboretum.

BACA JUGA : Penipuan Arisan Online di Malang Rugikan Ratusan Korban hingga Rp 6 Miliar

“Jika memang benar demikian, tentunya Arboretum tidak ikut tercemar logam berat,” tandas Doddy.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *