Meski terlihat sederhana, hadiah yang diperebutkan tak main-main: uang tunai jutaan rupiah hasil urunan warga. Tak heran, suasana di tepi sungai begitu meriah. Ratusan orang tumplek blek, bersorak memberikan semangat untuk para peserta. Dari pemuda, orang tua, hingga emak-emak, semua larut dalam euforia lomba.
Bagi peserta, kemenangan tidak hanya soal kekuatan otot, tetapi juga kekompakan hati. “Sangat seru dan kompak. Kuncinya komunikasi yang baik dan semangat dalam hati, itulah jalan menuju kemenangan,” tutur M. Zidan Alfarizi, salah satu peserta yang masih ngos-ngosan setelah balapan.
Dengan total 16 tim yang ikut serta, lomba ini membuktikan bahwa kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang sederhana namun penuh kreativitas. Harapannya, pacu jalur galon bisa menjadi agenda tahunan warga Kademangan. Lebih dari sekadar lomba, tradisi ini menjadi simbol bahwa semangat merdeka lahir dari kebersamaan dan ide-ide segar masyarakat.



















