Instruktur dari RSUD Ngudi Waluyo memberikan materi langsung tentang penanganan darurat, mulai dari menghentikan pendarahan, membuka jalan napas, resusitasi jantung paru (RJP), hingga teknik evakuasi korban.
Peserta juga mendapat sesi praktik dan simulasi agar lebih siap menghadapi situasi nyata.
Kegiatan ini diikuti puluhan anggota Polres Blitar dari berbagai fungsi, mitra Jasa Raharja, ojek online, dan Komunitas Supeltas serta tenaga medis RSUD Ngudi Waluyo sebagai pendamping utama.
Kehadiran unsur masyarakat dalam pelatihan ini diharapkan dapat memperluas jaringan penolong pertama di lapangan.
Baca Juga :Dinkes Pastikan Pemulasaran Jenazah HIV Tak Berbahaya, Ini Penjelasan Dinkes Kota Batu
“Harapan kami, setelah pelatihan ini semua peserta bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal, sehingga korban kecelakaan dapat segera diselamatkan sebelum dibawa ke rumah sakit,” tambah Kapolres Blitar.
Pelatihan PPGD ini dilaksanakan, dengan kombinasi teori, praktik lapangan, dan simulasi penanganan korban.



















