“Baru dua hari distribusi sampah terganggu, dampaknya sudah terasa. Ini harus dilihat tidak hanya dari sisi hukum, tapi juga sosial,” ungkapnya.
Dalam pernyataannya, Supriyo mengajak semua pihak untuk menurunkan ego dan mengedepankan empati terhadap warga terdampak.
Baca Juga :Apresiasi Inkanas Kabupaten Kediri Rebut Juara Umum Ketiga
Ia bahkan mengusulkan agar para pengambil kebijakan dapat merasakan langsung kondisi masyarakat.
“Coba kita saling merasakan. Rasakan bagaimana warga yang terdampak. Dari situ kita bisa lebih memahami persoalan ini dengan hati,” katanya.
Ia mengibaratkan situasi yang terjadi seperti sebuah rumah tangga yang tengah menghadapi konflik. Perbedaan, menurutnya, adalah hal wajar, namun tidak boleh berujung pada kerusakan bersama.
“Ini rumah kita bersama. Jangan sampai ego merusak semuanya. Saya siap menurunkan ego demi kebaikan Kota Kediri,” tegasnya.
Baca Juga :Awas! Waspada Lubang Maut di Seputar Monumen SLG
Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Kediri ini menjadi perhatian publik. Dengan masih terbukanya ruang dialog, diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan titik temu yang tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga adil secara sosial bagi masyarakat.



















