Terkait potensi kekeringan, Tin Latifah menjelaskan bahwa fenomena iklim yang diprediksi terjadi masih dalam kategori El Nino moderat, bukan ekstrem. Kondisi tersebut dinilai masih dapat diantisipasi dengan manajemen sumber daya air yang tepat.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat dalam menghadapi potensi perubahan cuaca.
Menurutnya, pola cuaca yang fluktuatif, antara hujan lebat dan panas berkepanjangan, menuntut adanya koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan.
“Tahun ini penting untuk kita antisipasi bersama. Semua pihak harus turun ke lapangan agar swasembada pangan tetap terjaga,” tegas bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Baca juga:DPRD Lamongan Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Pelayanan hingga Ekonomi
Ia menambahkan, koordinasi intensif telah dilakukan mulai dari pemerintah pusat hingga daerah guna meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca yang berpotensi memengaruhi siklus tanam di Lamongan.


















