Sebagai tindak lanjut, hasil karya peserta akan diikutsertakan dalam pameran bertema Swarna Wastra yang digelar pada 9–11 Juni 2026.
Baca juga:DP2KBP3A Kabupaten Kediri Adakan Pendampingan Anak Korban Asusila Tokoh Agama
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri, Faiqoh Azizah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kediri sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Kami sangat bangga karena Kota Kediri kembali dipercaya menjadi bagian dari program penguatan industri kreatif berbasis budaya lokal ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, tenun ikat tidak hanya sebagai kain tradisional, tetapi juga identitas budaya dan kebanggaan Kota Kediri. Namun, tantangan industri kreatif yang semakin dinamis menuntut inovasi berkelanjutan.
Melalui bimtek ini, ia berharap para pelaku IKM mampu mengeksplorasi desain, mulai dari kombinasi warna, pengembangan motif, hingga pemilihan bahan baku yang lebih variatif.
“Saya berharap ada kesinambungan antara penyedia kain tenun dan proses kreatif, sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan dan berkelanjutan,” harapnya.
Faiqoh juga mendorong peserta untuk memanfaatkan pemasaran digital serta aktif mengikuti pameran agar produk semakin dikenal luas.
“Manfaatkan bimtek ini untuk bertukar ide, membangun jejaring, dan menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing. Semoga lahir usaha-usaha mandiri berbasis tenun yang kreatif dan mampu membuka peluang ekonomi baru,” pungkasnya.



















