Di sisi lain, Husen menegaskan bahwa PDIP Lamongan akan terus mengawal isu strategis daerah, salah satunya tata kelola sumber daya air. Menurutnya, persoalan banjir dan kekeringan tidak bisa lagi ditangani secara parsial.
Baca juga:Dugaan Penganiayaan Perempuan di Lamongan Diselidiki Polisi
“Visi besarnya adalah bagaimana air itu dikelola, bukan sekadar ditanggulangi,” tegasnya.
Sementara itu, Dirham Akbar Aksara menyambut positif komposisi kepengurusan baru yang dinilai lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dan perempuan menjadi langkah tepat dalam membaca arah perubahan politik ke depan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tapi momentum konsolidasi. Banyak generasi muda dan perempuan yang terlibat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya transformasi strategi politik, di mana kerja-kerja lapangan harus diimbangi dengan penguasaan ruang digital.
“Perang udara di media sosial untuk merebut hati dan pikiran pemuda menjadi kunci dalam memenangkan demokrasi ke depan,” katanya.
Dengan struktur yang lebih segar dan melek teknologi, Dirham optimistis PDIP Lamongan siap menghadapi Pemilu 2029.
“Bismillah, siap dan terus dipersiapkan,” pungkasnya.



















