Menurut Nurhadi, kegiatan ini juga menjadi upaya mengenalkan sejarah lokal kepada generasi muda, khususnya pelajar. Selain itu, Perpusip Ponorogo terus melakukan digitalisasi arsip agar dokumen sejarah tetap terjaga dan dapat diakses di masa mendatang.
Baca juga:Polisi Dalami Kasus Penemuan Bayi di Ponorogo, Hasil Autopsi Tanpa Luka Luar
“Saat ini kami juga melakukan digitalisasi arsip supaya tetap bisa digunakan dan diakses di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Dewi Kartika, mengaku antusias melihat foto-foto perkembangan Ponorogo pada masa lalu. Pelajar kelas VII SMP tersebut bahkan baru mengetahui bahwa Ponorogo pernah memiliki stasiun kereta api aktif.
“Baru pertama kali melihat sejarah perkembangan Ponorogo seperti ini. Ternyata dulu Ponorogo pernah punya stasiun kereta api aktif,” imbuhnya.



















