“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Ini sangat membantu kelancaran perjalanan kami,” ungkapnya.
Baca juga:Warga Mojoagung Jombang Ditemukan Meninggal, Diduga Sudah Tiga Hari Tak Bernyawa
Menurutnya, perdamaian merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai toleransi dan kebersamaan harus terus dijaga dan diperkuat di tengah masyarakat.
Dalam perjalanan menuju Borobudur, para bhikkhu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi fisik hingga cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh disiplin dan semangat.
“Penakluk sejati adalah mereka yang mampu mengalahkan dirinya sendiri. Tekad dan niat kuat membuat perjalanan sejauh apa pun terasa lebih dekat,” tuturnya.
Diketahui, Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan gerakan spiritual dan kemanusiaan internasional yang didukung Kementerian Agama RI. Kegiatan ini dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada 28 Mei 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak Nasional.
Sebanyak 55 bhikkhu dari berbagai negara Asia Tenggara mengikuti perjalanan lintas provinsi selama 20 hari tersebut dengan membawa misi perdamaian, toleransi, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.



















