Ratusan Guru Swasta Tulungagung Aksi ke DPR RI, Tuntut Kesetaraan

Sebanyak 115 Guru yang tergabung dalam PGSI Tulungagung berangkat ke Senayan Jakarta Pusat.
Sebanyak 115 Guru yang tergabung dalam PGSI Tulungagung berangkat ke Senayan Jakarta Pusat untuk menyalurkan aspirasinya ke DPR RI.(foto: mochammad sholeh sirri)

Melalui aksi tersebut, PGSI berharap dalam revisi atau amandemen undang-undang ke depan tidak lagi ada pengelompokan status guru, seperti honorer swasta atau PPPK paruh waktu.

Baca juga:KPK Periksa 9 Saksi Kasus Korupsi Bupati Nonaktif Tulungagung

“Kami ingin tidak ada lagi dikotomi. Semua cukup disebut Guru Indonesia dan berada dalam satu sistem yang sama,” tegasnya.

Read More

Selain itu, pihaknya juga mendorong guru yang sudah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar mendapatkan penyetaraan status dan kesejahteraan. Sementara bagi guru yang belum terdaftar, diharapkan dapat segera mengikuti sertifikasi untuk meningkatkan peluang.

PGSI juga menyoroti pentingnya pengakuan bagi guru yang telah menjalani impassing agar dapat memperoleh penghasilan setara Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Bagi yang belum masuk Dapodik akan kami dorong untuk mengikuti sertifikasi. Setelah itu bisa diproses impassing agar kesejahteraannya meningkat,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *