“Harapannya sebelum akhir bulan ini pekerjaan sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Baca juga:Sebelas Dapur MBG di Ponorogo Disuspend, Pemkab Minta BGN Perkuat Komunikasi dan Evaluasi
Selain empat ruas yang tengah dilelang, DPUPKP juga menyiapkan sejumlah ruas prioritas lainnya untuk dilakukan penanganan. Di antaranya ruas Jeruksing–Jetis serta beberapa jalur dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi.
“Sejumlah ruas seperti Seloaji, Jeruksing, hingga Jalan Niken Gandini sudah dilakukan pemeliharaan rutin sambil menunggu pengaspalan,” terangnya.
Menurut Jamus, kebutuhan perbaikan jalan di Ponorogo saat ini memang cukup mendesak. Bahkan, beberapa ruas sempat menjadi sorotan masyarakat karena kondisi kerusakannya yang cukup parah.
“Memang perbaikan jalan ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat, apalagi beberapa ruas sempat viral karena kerusakannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, mundurnya proses penanganan sejumlah ruas jalan tidak terlepas dari penyesuaian anggaran akibat lonjakan harga aspal. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan perhitungan ulang agar pelaksanaan pekerjaan tetap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
“Kami harus melakukan perhitungan ulang karena ada kenaikan harga aspal,” pungkasnya.



















