“Sebagai bentuk pembinaan, kami meminta mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membaca teks Pancasila,” ungkapnya.
Baca juga:Belasan Dapur SPPG di Tulungagung Disuspend, Diduga Langgar Standar dan Monopoli Supplier
Selain pembinaan di lokasi, petugas juga melakukan pendataan identitas pelajar beserta asal sekolah masing-masing. Data tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Tulungagung untuk ditindaklanjuti, termasuk melalui pembinaan di sekolah dan koordinasi dengan pihak sekolah.
Kabul mengimbau para pelajar agar tidak nongkrong di warung kopi saat jam sekolah berlangsung. Jika memang sudah selesai mengikuti kegiatan belajar, mereka diminta tidak mengenakan seragam sekolah saat berada di tempat umum.
Ia juga meminta pemilik warung kopi turut berperan aktif dengan menegur pelajar yang masih berseragam agar tidak berada di warung kopi saat jam pelajaran.
“Razia ini akan rutin kami lakukan sesuai aduan masyarakat. Tujuannya untuk menjaga ketertiban dan mencegah pelajar bolos sekolah,” pungkasnya.



















