“Di pasar tradisional per minggu sekitar 200 sampai 300 ton menyalurkan beras SPHP. Kami optimistis harga kebutuhan pokok tetap stabil di tengah kenaikan harga BBM,” ungkapnya.
Baca juga:Libur Sekolah, 129 Dapur MBG di Tulungagung Tutup, 6.192 Relawan Dirumahkan
Tak hanya beras, Bulog Tulungagung juga mendapat alokasi jagung SPHP dalam jumlah besar pada tahun 2026. Dari total alokasi 122 ribu ton untuk Jawa Timur, sebanyak 83 ribu ton dialokasikan bagi wilayah kerja Bulog Tulungagung.
Menurut Yonas, alokasi tersebut menjadi yang terbesar secara nasional karena wilayah Tulungagung dan Blitar merupakan sentra peternakan yang memasok sekitar 30 persen kebutuhan telur nasional.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran jagung SPHP di empat wilayah kerja Bulog Tulungagung telah mencapai sekitar 13 ribu ton. Penyaluran tersebut akan terus dilakukan hingga akhir tahun sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain program SPHP, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga tengah membahas kerja sama untuk memasukkan telur sebagai salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Selain alokasi SPHP jagung, pemerintah daerah bersama Bapanas juga tengah menggodok kerja sama untuk memasukkan menu telur ke dalam program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.



















