Dari hal ini warga yang ingin mengetahui buku secara digital bisa mengunduh perpustakaan digital ini melalui HP masing masing warga. Tahun 2025 lalu sudah ada 77.809 pengunjung yang ke Panjalu E – Library ini,” katanya lagi.
Ilham menambahkan, ada dua desa yang memiliki Pustaka desa lengkap, yaitu Desa Kwadungan dan Desa Doko Kecamatan Ngasem.
Baca Juga :Kebakaran Rumah dan RM Padang di Tulungagung, Kerugian Capai Rp250 Juta
Malah di Desa Doko setiap tahunnya datangkan penulis untuk diskusi buku dan ini menambah literasi warga dalam mengetahui dan membedah isi buku. Bahkan di pos kamling ada perpustakaan juga.
“Ternyata perpustakaan ini berpengaruh besar pada warga. Satu contoh ada pemuda yang sering hobi otomotif dan ngebut. Namun setelah ada yang mengajak ke perpustakaan desa ia baca buku bidang otomotif dan bisa buka bengkel,” ujarnya.
“Dari kenyataan minat baca tinggi ini kita berkolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak di Kabupaten Kediri untuk pengembangan layanan perpustakaan dengan buku yang bermutu,” ujarnya lagi.
Ditambahkan Ilham, agar pembaca tidak bosan, sirkulasi buku dilakukan agar ada perputaran buku.
Baca Juga :Pergi Mancing, Pria di Tulungagung Dilaporkan Hilang, Diduga Hanyut di Sungai Brantas
Dari buku yang ada di perpustakaan tersebut kemudian ke perpustakaan lainya di TBM. Pola ini diterapkan untuk peningkatan kualitas SDM warga agar mau baca buku sebagai sumber ilmu.



















