“Kalau makanannya tidak terlihat atau dijaga, mereka juga tidak mengganggu,” tambahnya.
Baca juga:Empat SD Negeri di Ponorogo Tak Dapat Murid Baru, Dindik Sebut Faktor Demografi jadi Penyebab
Warga lainnya, Kasno, menyebut kemunculan kera di kawasan Pasar Ngebel hampir terjadi setiap hari, terutama pada musim kemarau.
Menurutnya, satwa liar tersebut turun dari hutan semata-mata untuk mencari makanan dan tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap masyarakat.
“Hampir setiap hari turun. Selama ini cuma cari makan, tidak pernah mengganggu pedagang,” ujarnya.
Meski dianggap sebagai fenomena yang biasa terjadi, warga berharap masyarakat dan pengunjung tidak memberikan makanan secara langsung kepada kawanan kera. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan dapat membuat satwa semakin bergantung pada sumber makanan dari manusia dan lebih sering turun ke permukiman.
Kemunculan ratusan kera ekor panjang di kawasan Pasar Ngebel menjadi salah satu fenomena khas yang kerap terjadi di wilayah lereng Pegunungan Wilis, terutama saat musim kemarau ketika sumber pakan alami di hutan mulai berkurang.



















