Bongkar Mata Rantai Peredaran Okerbaya, Satresnarkoba Polres Nganjuk Amankan 3 Pelaku Lainnya

Lagi, Dua Terduga Pengedar Okerbaya Digulung Polres Nganjuk, ini Barang Buktinya
Ilustrasi Narkona

Penyelidikan kemudian berlanjut hanya berselang sekitar 30 menit. Berdasarkan keterangan AM, petugas bergerak menuju rumah terduga pelaku JM (25) di wilayah yang sama.

Dari lokasi tersebut tim antinarkoba Satresnarkoba Polres Nganjuk menyita 221 butir pil dobel L yang disembunyikan di dalam botol plastik dan tas selempang.

Tidak berhenti di situ, hasil interogasi terhadap JM kembali mengarahkan petugas kepada terduga pelaku AP (26) yang diduga menjadi pemasok berikutnya.

Read More

AP berhasil diamankan di rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB berikut satu unit telepon seluler yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran obat keras berbahaya.

Baca Juga :Senyum Keceriaan Hari Anak Nasional: KAI Daop 7 Madiun Beri Pengalaman Naik Kereta Gratis, Wadah Aksi Bakat Anak Disabilitas

“Dari pengakuannya, pil dobel L tersebut diperoleh dari seorang pemasok lain yang kini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” papar Kapolres Nganjuk.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Hafid Dian Maulidi, S.H., M.H. mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen penyidik dalam membongkar jaringan peredaran obat keras berbahaya hingga ke tingkat pemasok.

“Setiap pengungkapan kami kembangkan hingga ke atas jaringan. Dari hasil pemeriksaan para terduga pelaku, kami berhasil mengamankan pelaku lain secara berantai dan penyidikan masih terus berjalan untuk memburu pemasok yang telah masuk DPO,” jelas AKP Hafid Dian Maulidi.

“Kami berkomitmen memutus mata rantai peredaran pil dobel L di wilayah Kabupaten Nganjuk,” janjinya.

Baca Juga :Nenek Pesepeda di Tulungagung Ditabrak Pemotor, Begini Kondisinya

Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara polisi terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran obat keras berbahaya yang lebih luas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *