Mustika menambahkan, sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, pengelolaan potensi wisata di kawasan Gunung Kelud dan Gunung Wilis harus terus ditata dan dimaksimalkan guna meningkatkan kunjungan wisata.
Baca juga:Juli – Agustus, Disdagrin Kabupaten Kediri Gelar GPM di 18 Lokasi
Untuk merealisasikan pembukaan kembali wisata air panas tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngancar serta komunitas pelaku wisata Gunung Kelud.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah keamanan akses menuju lokasi wisata. Saat ini, pengunjung yang ingin mencapai titik air panas dari area parkir baru harus berjalan kaki sekitar 30 menit.
“Kami masih mengkaji jalur mana yang paling aman dan layak dilalui. Semoga pembukaan kembali wisata air panas ini dapat segera terwujud,” ungkap Mustika.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap pengembangan kembali wisata air panas Gunung Kelud dapat menambah destinasi unggulan di wilayah tersebut, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD dan perekonomian masyarakat sekitar.



















