Kediri, SEJAHTERA.CO – Ratusan warga mengatasnamakan Paguyuban Tani Puncu Makmur menanam tanaman di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Mangli Dian Perkasa di Dusun Mangli, Desa Puncu, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Rabu (4/9/2024). Ratusan petani itu datang di lahan masih sengketa itu menggunakan sepeda motor dan pikap sembari membawa peralatan salah satunya cangkul.
Baca Juga :Hendak Edarkan 0,93 Gram Sabu-sabu, Sopir Asal Desa Blimbing Kediri Dibui
Di lahan tersebut, terdapat banner atau spanduk bertuliskan “Kami Membutuhkan Lahan untuk Menghidupi Anak Cucu Kami” dan “Mohon Kebijaksanaan Pemerintah Untuk Memperhatikan Kesejahteraan Kami”.
Tak hanya itu, warga juga menolak proses perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Mangli Dian Perkasa.
Adapun total lahan eks HGU PT Mangli Dian Perkasa mencapai sekitar 350 hektare dan habis sejak tahun 2020 lalu.
“Kami berasumsi punya pemikiran tanah ini kembali ke negara. Dari pada disewa penyewa besar, masyarakat lapisan bawah sangat membutuhkan lahan ini,” kata Sunarto, perwakilan anggota Paguyuban Tani Puncu Makmur.
Baca Juga :Jelang Pilkada, Polsek Ringinrejo Tingkatkan Patroli Kewilayahan, ini Tujuannya
Sunarto berharap lahan bekas HGU PT Mangli Dian Persada itu bisa direalisasikan karena masyarakat sekitar sangat membutuhkan lahan tersebut. Sedangkan, tanaman yang ditanam di lahan yang telah lama mati HGU-nya tersebut yakni sekitar ribuan bibit ketela pohong dan pisang dengan tujuan untuk menopang kehidupan dan kesejahteraan warga setempat.
“Lahan ini sudah kosong. Saat ini PT itu masih berani menyewakan kepada penyewa besar,” bebernya.
Selama ini, lanjut dia, bentuk perhatian seolah olah pihak instansi manapun tidak merespons, tidak melihat ataupun mendengar. Oleh karenanya, dia bersama petani lainnya tetap bertekad bulat untuk berjuang semaksimal mungkin untuk ke depannya. Apalagi, kehidupan warga di desa ini mayoritas sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Harapan kami sebagai penyampai aspirasi masyarakat segera dari pemerintah untuk mendistribusikan tanah untuk masyarakat di sini,” ungkap Sunarto.



















