Jembatan Bhinneka Tunggal Ika Trenggalek Diresmikan, Konstruksi Tahan Banjir untuk Tingkatkan Perekonomian

Jembatan Bhinneka Tunggal Ika Trenggalek Diresmikan, Konstruksi Tahan Banjir untuk Tingkatkan Perekonomian

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Proses pembangunan Jembatan Guyangan atau disebut dengan nama lain Jembatan Bhinneka Tunggal Ika telah rampung. Jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tugu yaitu Desa Gondang, Desa Winong, dan Desa Banaran itu mulai beroperasi setelah diresmikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Rabu (8/11).

“Jadi ini termasuk proyek yang kemarin dibiayai investasinya oleh PT SMI, jadi kami memang punya effort di sini untuk bisa mewujudkan jembatan ini,” kata Mas Ipin saat meresmikan Jembatan Bhinneka Tunggal Ika di Desa Gondang.

Menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar, jembatan dengan panjang 45 meter, dan lebar 5 meter itu dibangun tanpa menggunakan tiang penyangga tengah. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan dampak kerusakan jika terjadi banjir bandang karena keberadaan fondasi di tengah itu berpotensi runtuh jika terus-terusan terkikis oleh air.

Read More

“Jembatan tersebut konstruksinya dibangun menggunakan beton precast sehingga spesifikasinya bukan main-main. Sedangkan tanpa tiang penyangga tengah dimaksudkan meminimalkan risiko kerusakan jembatan akibat banjir,” imbuhnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *