Kediri, SEJAHTERA.CO – Proses normalisasi sumur warga Tempurejo, Lingkungan Kresek, Kecamatan Pesantren Kota Kerdiri terus dilakukan. Lima sumur warga yang dilakukan normalisasi terbuka.
Lima sumur yang tercemar BBM beberapa waktu lalu dinormalisasi derrngan penuangan cairan pengurai pada November 2023 lalu.
Dari kelima sumur yang diberikan cairan Tween 80 untuk menghilangkan kandungan Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) baru dua sumur yang TPH sudah 0. Namun dalam air sumur tersebut ditemukan kandungan lain.
“Untuk sumur nomor 1 dan nomor 3 kandungan TPH sudah 0 tapi ditemukan kandungan kromium diatas ambang normal,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri, Imam Muttakin saat membacakan hasil observasi dari ITS pada Senin, (29/1).
Sedangkan untuk sumur nomor 2, 4, dan 5 masih terdapat kandungan TPH tanpa ditemukan kandungan kromium, yang mana kandungan kromium ini berbahaya jika dikonsumsi. Sehingga air dari kelima sumur masih belum bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
Bulan Januari ini sudah memasuki bulan ke-3 yang mana ITS memberikan pernyataan bahwa proses normalisasi dilakukan 2-3 bulan, melihat hasil observasi dari ITS kandungan TPH pada 3 sumur masih belum hilang dan pada 2 sumur lainnya muncul kandungan Kromium.
“Treatment yang dilakukan masih tetap menggunakan cairan tween 80, tetapi untuk dosis nanti diatur lebih lanjut, tim dari ITS masih mengobservasi,” jelas Imam.
Saat ini tim dari ITS masih mengobservasi terkait tingkat kandungan Kromium untuk menentukan pemberian dosis Tween 80. Imam menjelaskan jika belum ada treatment lain yang akan dilakukan untuk menghilangkan kandungan Krome dalam air sumur.
Diberitakan sebelumnya, cairan Tween 80 bertujuan untuk menghilangkan kandungan TPH dalam air sumur. Belum ada keterangan lebih lanjut terkait treatment pada air sumur jika ada kandungan lain seperti Kromium yang sekarang ada pada sumur nomor 1 dan 3 dengan kandungan TPH 0.
Reporter : Dhea Safira
Editor:



















