Malang, SEJAHTERA.CO – Kasus mutilasi yang dilakukan Jemes Lodewijk terhadap istrinya di Jalan Serayu, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang memasuki rekonstruksi, Selasa (23/1).
Pelaku memperagakan tujuh kelompok adegan saat menghabisi serta memotong-motong (mutilas) tubuh istrinya, Ni Made Sutarini.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto membeberkan, rekonstruksi ini merupakan salah satu upaya untuk memperjelas dan mencocokan bukti-bukti dan pernyataan yang didapatkan.
“Untuk memperjelas keterangan para saksi dengan barang bukti yang kami temukan atau kami lakukan penyitaan sehingga jelas tergambar rangkaian adegan mulai datang ke rumah bersama korban hingga pencekcokan terjadinya pembunuhan. Kemudian ada upaya-upaya untuk memutilasi korban sendiri sehingga mempermudah proses penyidikan penuntutan, maupun persidangan,” ungkap Danang.
Danang mengatakan, dari reka ulang yang dilakukan Jemes terdapat tujuh kelompok adegan, yang terdiri dari sub kelompok adegan.
“Untuk saat ini Alhamdulillah sesuai yang kita temukan dari keterangan saksi baik alat bukti yang kita lakukan penyitaan, maupun hasil visum yang sudah kita dapatkan,” ungakapnya.
Danang menuturkan, dalam prosesnya pelaku melakukan peragaan adegan dengan benar sesuai dengan penyataan yang pihaknya dapat dari para saksi.
“Dengan benar, karena kita membuat adegan atau jalannya adegan rekonstruksi berdasarkan keterangan para saksi,” ucapnya.
Dari rekonstruksi tersebut, kematian dari korban sendiri terjawab. Lantaran dari luka benda tajam di bagian belakang kepala korban.
“Hidup kemudian dipotong leher bagian depan dengan pisau kecil. Kemudian dipotong leher bagian belakang dengan pisau besar hingga akhirnya meninggal,” ucapnya.
Danang mengatakan, saat hendak dibunuh, korban tidak sempat teriak terlebih dahulu karena dirinya terlebih dahulu dipukul hingga pingsan. Setelah pingsan dirinya dicekik, namun tidak meninggal.
“Dicekik tidak meninggal, kemudian dipotong pakai pisau kecil bagian depan leher diangkat kemudian dipotong pisau besar,” ucapnya.
Dikatakan Danang, untuk lebih lanjut berkas kasus tersebut akan dilengkapi dan segera dikirimkan ke pihak kejaksaan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut atas perbuatan tersangka.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















