Seribu KK di Enam Kecamatan Krisis Air Bersih, Ini Keterangan Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo

Seribu KK di Enam Kecamatan Krisis Air Bersih, Ini Keterangan Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo harus bekerja ekstra dalam melakukan droping air. Bagaimana tidak, dari tiga unit mobil tangki milik BPBD saat ini hanya tinggal dua unit yang beroperasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun mengatakan satu unit mobil yang rusak tersebut dikarenakan faktor usia. Dimana mobil tangki air tersebut sudah beroperasi sejak 2008 atau sekitar 15 tahun.

“Mobil ini keluaran 2008, saat itu kita dapat hibah di tahun 2011 jadi memang usianya sudah tua,” ungkap Masun, Selasa (28/11/2023).

Read More

Selain itu, kondisi tersebut diperparah dengan satu unit mobil tangki lainnya yang terbatas melakukan droping air, sebab bagian roda serta kampas rem truk tersebut sudah habis.

Dengan kondisi seperti itu, sangat rawan digunakan untuk droping air bersih ke lokasi yang berada di perbukitan.

“Jadi yang kondisinya masih normal itu hanya satu truk tangki air,” bebernya

Lebih lanjut pihaknya belum bisa melakukan reparasi mobil tangki air yang mogok tersebut. Sebab BPBD tidak memiliki anggaran untuk membiayai kendaraan yang masuk masa perawatan tersebut. Pihak BPBD lebih memilih bekerja ekstra untuk melakukan droping air bersih.

“Jadwalnya kita rubah total semua dan terpaksa kita lakukan droping hingga over time hingga sore hari,” terang Masun.

Jika tiga unit mobil tangki air tersebut beroperasi maka bisa menyelesaikan 6 titik droping air dalam satu hari, dimana setiap mobil mendapatkan dua lokasi. Namun, saat ini karena salah satu mobil rusak maka truk tangki menyalurkan 3 titik lokasi.

“Warga terdampak sempat protes karena pengiriman telat, tapi kami tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan air yang terdampak, karena air bersih tidak bisa diganti, berbeda dengan kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Masun juga mengatakan hingga data saat ini terdapat 1.036 KK dari 3.976 jiwa yang mengalami krisis air bersih. Dimana tersebar di 6 Kecamatan, yakni di Kecamatan Slahung, Sawoo, Badegan, Jambon, Pulung dan Bungkal.

“Saat ini kita maksimalkan yang ada, tapi kami tetap berkomitmen menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak,” pungkasnya.

Reporter : Sony Dwi Prastyo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *