Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dua perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Tulungagung mulai dibangun pos jaga dan palang pintu perlintasan pada tahun 2024. Pembangunan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang melibatkan kereta api (KA) pada perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Tulungagung.
Baca Juga : Vandalisme Tolak Arema FC, Polisi Periksa CCTV
Kabi Lalu Lintas (Lalin), Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, di tahun 2024 ini, ada dua perlintasan sebidang yang akan dibangun pos jaga dan palang pintu perlintasan. Diketahui, dua perlintasan sebidang itu berlokasi di Ngujang Kedungwaru dan Buntaran Rejotangan.
Pembangunan pos jaga palang pintu perlintasan pada dua perlintasan itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Pihaknya tidak tahu pasti berapa anggaran untuk pembangunan tersebut, namun diperkirakan sama seperti pos jaga dan palang pintu yang lain yakni Rp 300 juta.
Baca Juga : Marcelo Rospide: Persik Kediri Bermasalah di Mantal dan Disiplin
“Inikan sistemnya hibah dari Pemprov Jatim, jadi mereka yang menganggarkan, mereka yang mengerjakan, kalau sudah jadi diberikan ke kami,” kata Panji Putranto, Minggu (11/8).
Pembangunan di dua lokasi perlintasan itu, ungkap Panji, dikarenakan kedua perlintasan sebidang itu padat dilalui kendaraan bermotor sebagai jalur alternatif. Seperti di Ngujang, lokasi perlintasan itu menjadi akses tercepat untuk menuju Rumah Sakit Putra Waspada (RSPW) dari arah barat.



















